PERETASAN PIKIRAN (MIND HACKING)

MIND HACKING

Hari dimana Saya berhenti minum adalah hari dimana the Secret Service merangsek masuk ruang tamuku. Ini merupakan awal atau latar belakang dari peretasan pikiran (mind Hacking)

Tiba-tiba datang dan merangsek masuk kedalam rumah. “Merangsek masuk” mungkin kata yang begitu berlebihan, padahal mereka bertanya terlebih dahulu sebelum masuk kedalam. Mereka begitu sopan, dua agen senior dan seorang pemuda berusia kisaran dua puluhan. Mungkin seharusnya Saya mengatakan tidak saja, tapi Saya masih sedikit pengar, efek dari makan siang. Hari itu hari Jum’at sebelum Hari Buruh, dan Saya harus menyelesaikan beberapa kaleng beer dengan beberapa rekan kerja agar bisa pulang lebih awal dan pulang kerumah. Saya hanya akan minum di hari tertentu yang special, seperti akhir minggu.

“Saya perlu memberitahukan kepadamu bahwa Saya telah merekam percakapan ini,” Sebagai salah satu cara bagaimana peretasan pikiran (mind hacking) ini telah dimulai

Saya menjawab, tekan tombol perekam.

Mereka saling menatap, dan dengan terkejut segera pergi. “Wawancara ini selesai,” kata salah satu dari mereka dan lalu berpamitan pergi.

Aku menyaksikan mereka sampai mereka berbelok di tikungan, dan menghela nafas dengan lega. Dan dengan tenang Aku berjalan menuju kekamar mandi dan muntah.

Malam itu adalah malam terburuk yang harus kualami sepanjang hidupku. Istriku marah setelah tahu bahwa aku menghabiskan limit kartu kredit. Kami berdua ketakutan, tidak memiliki ide apalagi jika the Secret Service akan kembali lagi nanti malam untuk menggeledah seluruh rumah kami atau cara yang termudah menjebloskanku ke dalam penjara.

“Jika mereka kembali,” Kata istriku, “Kamu tahu apa yang akan mereka temukan.”

AKu tumbuh berkembang dengan ktergantungan pada mariyuana, tergantung padanya sebagai sumber mencari inspirasi dan kreativitas, walaupun hal ini seperti menarikku kedalam jurang dan beresiko. Sekarang AKu telah memiliki keluarga kecil, the Secret Service berada diambang pintu, dan Aku masih ingin tergantung pada obat-obatan lebih daripada kartu kredit.

“Aku tidak mampu menyingkirkannya,” Kataku. “Kamu tidak tahu apa yang kamu tanyakan.”

“Kamu harus melenyapkannya,” Istriku bersikukuh.” Pilih meninggalkan obat-obatan atau Aku yang pergi.”

Apakah istriku mengatakannya? Dalam bayanganku, setidaknya, Dia mengatakannya. Terkadang saya merasa melakukan kerja social bahwa ini adalah saat-saat Aku harus menerima kenyataan. Jika Aku terus melanjutkan dengan kebiasaanku minum-minum dan kecanduan obat-obatan, ini akan benar-benar manjadi akhir dari pernikahan, keluargaku, dan seperti yang dikatakan oleh agen the Secret Service –rumahku.

Didalam, Aku sedang berperang melawan diriku sendiri. Aku merasa putus asa dan ingin bebas dari kecanduan ini, setidaknya Aku tidak memiliki keberanian untuk menyerah terhadap sesuatu dan orang-orang yang Aku cintai. Aku marah terhadap istriku, American Express, dan Pemerintah. Mereka menempatkanku pada keputusasaan dan tidak memiliki harapan. Mereka yang bertanggungjawab.

Aku hampir menangis ketika Aku tersadar. Aku berucap,” Semua baik-baik saja.” “Jika Akubuang dengan cara ini, kemudian Aku juga akan membuang semua minuman keras!” Ini caranya atau tidak sama sekali seolah-olah alcohol ini adalah hal biasa, tapi dapat menyelamatkan hidupku. Aku dengan segera mengambil semua alcohol dalam almari memindahkannya kedalam kotak dan meletakkannya di dalam mobil.

Entah bagaimana Aku menemukan diriku ada di dalam gang di belakang pasar local, membuang begitu saja alcohol dengan kualitas tinggi dengan nilai ribuan dollar kedalam bak sampah.

Aku tidak dapat menjelaskan bagaimana sulitnya ini. Hari itu hari jum’at malam adalah malam yang Panjang di akhir minggu, dan saat orang lain mulai berpesta, semua hal yang bisa Aku pikirkan adalah Aku tidak akan pernah bersenang-senang lagi. Perasaan ini sungguh menyakitkan bahwa Aku harus mengarahkan pikiranku, dengan segala upaya, berfikir untuk rencana jangka Panjang, konsekuensi dari apa yang telah Aku lakukan.

Aku harus benar-benar memberikannya ke seseorang, pikiranku melayang seperti saat Aku memberikan champagne toss dari acara pernikahan, botol anggur yang dibeli di Itali, dan anggur Perancis. Aku telah menyimpannya untuk acara special seperti akhir minggu. Godaan untuk menyimpan sedikit botol untuk diberikan kepada teman dekat menggebu-gebu, tapi Ak uterus terhanyut dalam pikiranku, hanya focus untuk membuang botol demi botol hingga yang tersisa hanyalah mariyuana.

Aku kembali kedalam mobil dan berputar putar mengelilingi kota sebentar, mencoba untuk mengumpulkan keberanian. Mengingat kembali masa masa indah saat kami lalui Bersama, pikiranku berkata. Mengingat tentang hal-hal gila, ide luar biasa yang diberikan pada kami. Mengingat tentang hidup dalam kesendirian, tanpa benda ini taka da kehangatan, rasa nyaman.

Akhirnya Aku memasuki area parker yang kosong dan mencari bak sampah. Mungkin jika Aku langsung bisa menenangkan pikiranku untuk melakukan Gerakan fisik untuk membuang obat-obatan ini, Aku pasti dapat melalui ini. Tidak butuh waktu lama, hanya Gerakan otot ntuk melempar kedalam bak sampah.

Pada akhirnya, AKu mengambil langkah perlahan menuju bak sampah. Pikiranku kembali untuk menghalangi tindakan yang kuambil, tapi Aku terus melangkah dan terus melangkah tanpa henti. Dengan meredam rasa sedih dan kehilangan, Aku membuang obat-obatan, benar-benar merasa kehilangan api semangat dari Mount Doom.

Waktu itu Aku tidak pernah menyangkanya, tapi Teknik dari “redirecting the mind” adalah langkah pertama dari “mind hack”. Langkah ini adalah langkah yang akan Aku gunakan dari waktu kewaktu selama berbulan bulan dalam berjuang agar tetap tersadar. Selanjutnya, Aku mengembangkan sebuah katalog tentang manipulasi pikiran ini, perlahan mengganti program rasa ketagihan akan obat-obatan di ganti dengan pikiran tentang mental habits.

Ini membutuhkan beberapa waktu untuk benar-benar melihat  pola pikiranku bertranformasi, butuh beberapa perselisihan hokum yang rumit sebelum akhirnya saya menyerah terhadap kartu kredit Baract Obama. Rasanya gila sekarang karena Saya tidak langsung menyerahkannya, tapi itu menunjukkan bagaimana kita bisa dibutakan terhadap pola pikir kita sendiri yang gila. Agen yang duduk diruang tamu saya hanyalah gejala dari pemikiran buruk saya, masalah sebenarnya berjalan lebih dalam. Peretasan pikiran (mind hacking) telah mengantarkan banyak orang pada beberapa kebiasaan lama yang ingin dirubah ke kebiasaan baru.

Sekarang saya sangat berterima kasih atas pengalaman itu, karena itu tidak hanya mengubah pikiran saya, tetapi itu mengubah segalanya. Saya datang untuk memberikan hormat dan sangat berterima kasih untuk the Secret Service (Dinas rahasia). Jangankan melindungi presiden: dari sudut pandang saya, Agen rahasia telah menyelamatkan saya. Dan tulisan tentang peretasan pikiran (mind hackimg telah membuat hal yang disesali

Latihan Memperdalam Kemampuan Bahasa Inggris

Baca juga:

Leave a Reply

Your email address will not be published.